Profil ANN
Perkembangan seni budaya belakangan ini semakin mengarah kepada kebebasan berekspresi dan tidak memiliki lagi sebuah tatanan kepatutan dan moralitas. Di semua bidang seni dan budaya ada sebuah gejala globalisasi dan westernisasi yang kemudian dijiplak habis oleh kaum muda.

Pada saat yang bersamaan perkembangan dan pertumbuhan keberagamaan semakin meningkat. Khususnya bagi ummat islam, hal ini perlu mendapatkan solusi seni dan budaya yang pantas, baik sekaligus menumbuhkan semangat keberagamaan.
Perkembangan nasyid yang sudah sejak tahun 1980-an muncul di tanah air sampai saat ini belum memiliki satu wadah yang bisa menampung bukan hanya tim-tim nasyid namun juga semua unsur nasyid seperti penggiat nasyid, pencinta nasyid, produser nasyid, distributor nasyid, institusi, lembaga, media massa lainnya yang mau mendukung perkembangan nasyid tersebut. Sementara itu pada saat ini sudah banyaknya forum-forum nasyid yang berdiri di daerah-daerah seluruh Indonesia namun belum secara optimal dikelola untuk kemajuan nasyid tanah air.
Asosiasi Nasyid Nusantara didirikan dengan tujuan: meningkatkan potensi nasyid Indonesia sampai ke tingkat yang laik untuk ditampilkan dan dinikmati serta dihargai sama dengan musik-musik konvensional lainnya di Indonesia. Selain itu dengan adanya lembaga ini nasyid bisa menjadi genre musik sendiri yang didalamnya memiliki komunitas yang lebih solid, dihargai baik secara lokal, regional dan internasional dan sekaligus sebagai salah satu kekuatan baru untuk mendukung gerakan dakwah.
Pada saat deklarasi yang diadakan di Jakarta Media Center, kebon sirih, Jakarta pusat, terlihat atusiasme yang baik dari masyarakat pada umumnya. Lebih kurang 250 unsur nasyid baik tim nasyid, penggiat nasyid, produser nasyid, distributor nasyid, penggemar nasyid berkumpul di gedung berkapasitas maksimal. Tidak ketinggalan 25 media massa, TV dan cetak, tim advokasi dan kebijakan ANN hadir dalam acara tersebut. Utusan dari 15 wilayah forum nasyid dan forum silaturahmi nasyid juga menyemarakkan acara yang memang sudah banyak ditunggu-tunggu oleh khalayak pernasyidan Indonesia.
Deklarasi asosiasi nasyid Indonesia didahului oleh Memorial speech dari Kementerian Pemuda dan Olah raga serta arahan dari pembina ANN, dan perwakilan dari Fraksi X, urusan Pariwisata. Di ujung acara, deklarasi ANN dibacakan dan diakhiri dengan menyanyikan mars ANN yang berjudul Indonesia Satu.
Perjalanan nasyid Indonesia memang terbilang sedikit lebih lambat dibandingkan dengan negeri Jiran Malaysia. Pada saat tahun 1980-an berdiri tim nasyid Tauhid—tim nasyid tertua di Indonesia, Malaysia sudah kokoh dengan Nasyid-nasyidnya. Ketika 7 tahun lalu Malaysia sudah mendirikan sebuah lembaga nasyid sendiri, nasyid Indonesia masih sibuk dengan mencari model nasyid yang terbaik. Namun demikian ternyata gaya nasyid Indonesia yang lebih variatif cukup mendapatkan respon yang menggembirakan di negeri jiran ini. Diharapkan dengan kemunculan Asosiasi Nasyid Nusantara, kemampuan nasyid Indonesia bisa berkembang pesat dan mendapat kesempatan untuk mengikuti beragam festival Internasional yang dilakukan di eropa, timur tengah dan wilayah lainnya.
